Our Technology

Perundangan lingkungan hidup

KEP. MENLH RI No. 333 Tahun 2009
Izin Pengoperasian Alat Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun PT.Jasa Medivest

KEP. MENKES RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004
Persyaratan Kesehatan Lingkungan RS

PP RI Nomor 74 Tahun 2001
Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun

UU No. 23 Tahun 1997
Pengelolaan Lingkungan Hidup

KEP BAPEDAL 1995
Pengolahan Limbah Berbahaya dan Beracun

Dokumen Lainnya...

PT.Jasamedivest

Kantor Pusat
Jl. Kresna No. 25, Bandung 40172
Tel. 6004588, 6003768, 6062723, 6062724
Fax. 6003758
Representative Office :
Jl. KH. Hasyim Ashari No. 25A-B, Jakarta Pusat 10130
Telepon : (62-21) 6385-4337,
Fax : (62-21) 632-7921





Air Pollution Control

Air pollution Control berguna untuk meminimalisasi sisa hasil pembakaran berupa partikel partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, CO sehingga sisa hasil pembakaran tersebut tidak berbahaya bagi lingkungan.

Stepped Heart Controlled Air Incinerator dilengkapi dengan APC ( Air Pollution Control) yang terdiri dari Adiabati Quench, Rotary Contactor, Lime dan Carbon System, Fabric Filter , ID FAN


1. Adiabatic Quench

Adiabatic quench atau menara pendingin yang mempunyai sistem kerja membuat drop temperatur, asap keluaran dari heat exchanger masih berkisar 500 C - 450 C, proses drop temperatur pada Quench ini bermaksud untuk meminimalkan terjadinya Dioxin - Furan yang biasa terbentuk pada temperatur 400 C - 200 C, yaitu dengan cara menginjeksikan udara dan air yang di injeksikan melalui nozel khusus sehingga udara panas dari heat exchanger akan menjadi uap dan memerlukan waktu 0.24 detik untuk menurunkan temperatur hingga hasil keluaran dari quench berkisar 180 C - 165 C.

2. Rotary Contactor dan Lime Carbon system

Proses pemasukan serbuk lime dan karbon yang direaksikan dengan asap keluaran dari quench. Rotary contactor atau yang di kenal sebagai rotary ball mill. Yaitu asap yang telah direaksikan dengan carbon atau lime akan membuat menggumpal tetapi hasil reasi dari karbon akan menghilangkan bau dan lime akan menetralisir kandungan asam. Pada reaksi ini penggumpalan akibat kontaminasi asap dengan karbon maupun serbuk lime akan di hancurkan oleh ball mill sehingga menjadi partikel yang lebih kecil. Partikel ini yang nantinya akan di hisap masuk ke fabric filter

3. Fabric Filter

Fabric Filter berfungsi menyaring parikel - partikel yang terbawa dari rotary contactor ini akan di saring oleh fabric filter bags, pada sistem fabric filter ini terdapat vibrator, dan juga purge. Vibrate disini yang akan menjatuhkan partikel yang menempel didalam fabric filter sehingga jatuh kebawah, sedangkan purge yaitu dengan memberikan udara bertekanan pada fabric filter bags sehingga partikel - pertikel yang menempel pada fabric filter bags akan terdorong yang akhirnya akan jatuh. Hasil dari partikel ini disebut dengan Fly ash. Fabric Filter temperatur berkisar antara 140 C - 180 C

4. Stack Outlet

Sebagai saluran udara bersih dari insinerator, stack ini mempunyai tinggi 20m dan dilengkapi dengan emisi continue testing yang menjadi indikator gas buangan, pada stack ini temperatur di jaga pada kisaran 140 C

5. ID FAN

Sebagai jantung dari incenerator berfungsi sebagai Induce Fan yang bermaksud membuat keadaan didalam sistem menjadi vacum sehingga tidak ada asap atau partikel yang keluar dari sistem selama proses pembakaran terjadi hanya akan di keluarkan melalui stack (cerobang) dengan proses yang telah lengkap .

Semua kegiatan operasional insinerator dilakukan dengan sistem komputerisasi yang dilakukan oleh operator yang ahli dan berpengalaman PT Jasa Medivest melakukan monitoring oleh tim ahli secara berkesinambungan sehingga keamanannya terjamin.